

TANGGAMUS – Warga RT 1 Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan cairan limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Keluhan muncul karena cairan limbah yang dibuang ke saluran drainase lingkungan disebut masih berwarna putih pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup menyengat. Kondisi tersebut diklaim terjadi hampir setiap hari dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial M mengaku terganggu dengan aroma yang ditimbulkan dari limbah tersebut. Menurutnya, saluran drainase yang berada tepat di depan rumahnya menjadi lokasi mengalirnya cairan limbah dari SPPG.
“Setiap hari kami harus mencium bau yang sangat menyengat. Kondisi ini membuat kami tidak nyaman, apalagi di rumah ada bayi yang masih berusia sekitar tiga bulan,” ujarnya kepada awak media.
M juga mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah pekon setempat. Namun hingga saat ini, menurutnya belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Saya berharap pemerintah maupun pihak pengelola SPPG segera mengambil langkah penanganan. Jangan sampai persoalan ini terkesan dibiarkan begitu saja karena masyarakat yang merasakan dampaknya langsung,” katanya.
Warga lainnya juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan yang dinilai kurang sehat. Mereka berharap limbah yang dibuang telah melalui proses pengolahan sehingga tidak menimbulkan bau maupun perubahan warna yang mencolok sebelum dialirkan ke lingkungan.
Masyarakat meminta instansi terkait melakukan pengecekan terhadap sistem pengelolaan limbah yang digunakan SPPG guna memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan bagi warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG MBG Soponyono belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga aktivitas Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi. [Khoiri]
