BANDAR LAMPUNG– Domino kini tidak lagi sekadar permainan pengisi waktu luang di pos ronda, melainkan telah bertransformasi menjadi olahraga prestasi yang diakui.
Hal ini dibuktikan melalui gelaran Kejuaraan Antarklub Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Kamis (11/5/2026).
Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan basis atlet domino di Bumi Ruwa Jurai, sekaligus menegaskan langkah Orado untuk resmi bergabung di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.
Melihat geliat positif ini, Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kejuaraan ini. Menurutnya, potensi Orado di Lampung sangat besar untuk berbicara banyak di kancah nasional.
“Kita melihat belum terdaftar resmi saja antusiasmenya sudah luar biasa. Kami sangat mengapresiasi ini karena artinya cabor ini memang sudah memasyarakat. Tinggal bagaimana kita mengorganisirnya menjadi olahraga prestasi yang membanggakan daerah,” kata Taufik.
Taufik berharap dengan resminya pendaftaran Orado ke KONI Lampung, para pengurus dapat segera tancap gas mempersiapkan atlet-atlet terbaik demi mendulang juara di PON masa depan.
Sementara itu Ketua Pengprov Orado Lampung, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa kejuaraan antarklub ini bertujuan utama untuk memasyarakatkan olahraga domino dari akar rumput serta memulai pembinaan yang terstruktur melalui klub-klub lokal.
“Dari klub itulah nanti awal dari pembinaan. Kami mendorong klub-klub untuk bergabung agar bisa dibina oleh Pengcab (Pengurus Cabang) maupun Pengprov,” ujar Budi.
Terkait integrasi dengan KONI, Budi mengungkapkan rasa syukurnya karena Orado sudah resmi diterima sebagai anggota pada Rakerda KONI Pusat, meski baru terbentuk pada Januari lalu.
Hari ini, Orado Lampung juga resmi mendaftar ke KONI Provinsi Lampung. Menatap ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Orado Lampung memasang target realistis:
PON 2028: Membidik peluang sebagai cabang olahraga (cabor) eksibisi atau cabor yang dipertandingkan jika regulasi memungkinkan. PON 2032: Menjadi cabor unggulan saat Lampung dan Banten menjadi tuan rumah bersama. Targetnya tidak main-main, yaitu membawa pulang medali emas. Optimisme ini bukan tanpa alasan, mengingat pada Kejurnas pertama yang lalu, dari dua wakil yang dikirimkan Lampung, salah satunya berhasil menyabet Juara 3 Nasional.
Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan yang juga merupakan Danpomdam II/Sriwijaya Kolonel Cpm David Medion, menyatakan bahwa pemilihan domino sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 POMAD didasari oleh sifat olahraga ini yang sangat merakyat dan melintasi semua lini status sosial.
Kolonel Cpm David Medion menegaskan bahwa ajang ini merupakan peran serta prajurit Polisi Militer untuk ikut menyemarakkan, menggembirakan, sekaligus membangun komunitas baru yang positif.
Poin Penting Latar Belakang Kegiatan:
Jembatan Kedekatan TNI-Rakyat: Kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, bukan militeristis.
Penyaring Bakat Atlet: Menjadi wadah menyaring atlet potensial untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi juara 3 Kejurnas sebelumnya.
Alat Pemersatu Bangsa: Membangun komunikasi yang kuat antarwarga melalui meja pertandingan.
“Sudah pasti harapan semua klub dan atlet adalah menjadi sang juara. Inilah latar belakang kenapa pada momen hari ulang tahun ke-80 Polisi Militer ini, saya ikut andil. Dengan kebersamaan ini, kita meyakini betul bahwa olahraga adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” pungkas Kolonel Cpm David Medion. (*)
