BASIC TRAINING RAYA HMI CABANG BANDAR LAMPUNG LIBATKAN 17 KOMISARIAT, PERKUAT SOLIDARITAS DAN KADERISASI

BANDAR LAMPUNG — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung akan menyelenggarakan Basic Training Raya atau Latihan Kader I (LK I) yang melibatkan 17 komisariat se-sirkum HMI Cabang Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat proses kaderisasi sekaligus mempererat solidaritas dan silaturahmi antarkomisariat di lingkungan HMI Cabang Bandar Lampung.

Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI Cabang Bandar Lampung, Miardo Seppiko Nopendra, mengatakan Basic Training Raya tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk mempertemukan kader dari berbagai komisariat dalam satu ruang perkaderan.

“Basic Training Raya bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempertemukan kader dari berbagai komisariat dalam satu ruang perjuangan, mempererat ukhuwah, memperluas jejaring antarkader, serta memperkuat semangat kolektif dalam membangun HMI yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Miardo.

Menurutnya, kaderisasi merupakan denyut nadi HMI. Keberlangsungan dan relevansi organisasi sangat bergantung pada kemampuan dalam menjaga proses pembinaan kader yang berkualitas, sistematis, dan berkelanjutan.

Ia menilai tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut organisasi kemahasiswaan untuk tidak hanya melahirkan kader yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mempunyai integritas moral, kepemimpinan visioner, serta kepedulian terhadap persoalan umat, bangsa, dan negara.

“Menjaga mata air perkaderan merupakan tanggung jawab bersama seluruh kader HMI,” katanya.

Miardo menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Basic Training Raya yang melibatkan 17 komisariat tersebut. Menurutnya, kaderisasi merupakan salah satu investasi terbesar bagi keberlangsungan organisasi.

“Dari ruang-ruang perkaderan inilah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas intelektual, kematangan karakter, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader HMI Cabang Bandar Lampung, mulai dari pengurus cabang, pengurus komisariat, alumni, hingga seluruh keluarga besar HMI, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan terhadap Basic Training Raya tidak hanya dapat diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui tenaga, gagasan, pengalaman, jaringan, maupun doa agar kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap proses kaderisasi.

“Keberhasilan Basic Training Raya bukan semata-mata menjadi tanggung jawab panitia pelaksana atau satu bidang tertentu. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh keluarga besar HMI Cabang Bandar Lampung,” kata Miardo.

Ia berharap pelaksanaan Basic Training Raya dapat melahirkan semangat baru dalam memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi antarkomisariat, serta membangun budaya kaderisasi yang semakin progresif dan berkelanjutan.

“Melalui Basic Training Raya yang melibatkan 17 komisariat, saya berharap lahir semangat baru untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi antarkomisariat, serta membangun budaya kaderisasi yang semakin progresif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Miardo menegaskan, kebesaran HMI tidak hanya dapat diukur dari jumlah kader yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas kader yang lahir melalui proses perkaderan yang konsisten.

“Mari bersama kita sukseskan Basic Training Raya HMI Cabang Bandar Lampung. Karena menjaga perkaderan berarti menjaga masa depan HMI, dan menjaga HMI berarti ikut menyiapkan generasi pemimpin yang akan memberikan pengabdian terbaik bagi umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (AS/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *