Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram Sambut Malam 27 Ramadan, Malam yang Diyakini Lailatul Qadar

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram Sambut Malam 27 Ramadan, Malam yang Diyakini Lailatul Qadar

MAKKAH – Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara yang datang untuk menyambut malam 27 Ramadan, malam yang sangat diharapkan sebagai Lailatul Qadar atau malam kemuliaan.

Kepadatan luar biasa ini terjadi karena banyak umat Muslim meyakini malam ke-27 Ramadan sebagai salah satu malam paling besar kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan.

Ramadan di Arab Saudi Lebih Awal

Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026, satu hari lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah Indonesia. Dengan demikian, malam ini di Arab Saudi telah memasuki malam 27 Ramadan.

Sejak awal Ramadan, Masjidil Haram memang selalu dipadati jemaah karena bulan suci menjadi puncak musim umrah. Kepadatan semakin meningkat saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan, dan mencapai puncaknya pada malam 27 Ramadan.

Persiapan Besar untuk Antisipasi Lonjakan Jemaah

Pengelola Masjidil Haram telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang datang beribadah.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Menambah area dan fasilitas tempat salat

  • Mengatur arus masuk dan keluar jemaah

  • Mengoptimalkan layanan kebersihan serta keamanan

Selain itu, tamu hotel di sekitar kawasan Masjidil Haram juga diimbau untuk melaksanakan salat di musala atau ruang ibadah yang tersedia di hotel tempat mereka menginap guna mengurangi kepadatan di area masjid.

Imbauan Keamanan bagi Warga Makkah

Pusat Keamanan Nasional 911 Arab Saudi yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga mengeluarkan imbauan kepada warga Makkah.

Masyarakat diminta melaksanakan salat di masjid terdekat di lingkungan mereka, karena seluruh wilayah Kota Makkah—dalam batas-batasnya—merupakan tanah suci yang memiliki keutamaan pahala berlipat ganda.

Selain itu, fasilitas transportasi diprioritaskan untuk para jemaah dan peziarah yang menuju Masjidil Haram.

Masjid Nabawi di Madinah Juga Dipadati Jemaah

Lonjakan jemaah tidak hanya terjadi di Masjidil Haram. Situasi serupa juga terlihat di Masjid Nabawi di Madinah, yang juga dipenuhi umat Muslim yang ingin memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Al-Rabiah turut menyambut malam 27 Ramadan dengan membagikan kutipan Surah Al-Qadr melalui akun media sosialnya.

Dalam surah tersebut disebutkan bahwa:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.
Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”

Malam 27 Ramadan menjadi momen yang sangat dinantikan umat Muslim di seluruh dunia untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, dengan harapan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *