

Bogor — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa situasi global saat ini masih diwarnai ketegangan di berbagai kawasan. Ia menyebut banyak negara tengah diliputi kekhawatiran terhadap kemungkinan pecahnya Perang Dunia Ketiga.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
“Saya baru pulang dari Eropa. Saya bertemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke-3,” ujar Prabowo.
Selain ketidakpastian geopolitik, Prabowo juga menyoroti tantangan besar lain yang dihadapi dunia, yakni perubahan iklim yang semakin nyata dan berdampak luas bagi berbagai negara.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia menjadi bangsa yang mampu berdiri mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.
“Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan pesan Presiden pertama RI, Soekarno, bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menghadapi situasi global yang penuh tantangan.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menjaga capaian swasembada beras yang saat ini telah berhasil diraih. Setelah itu, pemerintah menargetkan swasembada berikutnya di sektor energi.
Langkah tersebut, menurut Prabowo, menjadi strategi penting agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain serta mampu menghadapi dinamika dunia secara lebih kuat dan mandiri.
