
Kudus, Jawa Tengah — Hasil dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, khususnya pada cabang olahraga karate, diproyeksikan bakal menjadi dasar untuk pemanggilan atlet ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) dan bergabung ke Timnas Indonesia.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, dalam konferensi pers di Kudus, Kamis (23/10/2025).
⸻
🇮🇩 Ajang Pembuktian Atlet Menuju Timnas
Hadi menegaskan bahwa PON Beladiri 2025 menjadi bentuk nyata komitmen PB FORKI dalam meningkatkan prestasi olahraga bela diri nasional.
Menurutnya, ajang ini akan menjadi tolok ukur bagi pencarian bibit unggul karateka Indonesia yang berpotensi tampil di kejuaraan internasional, seperti SEA Games Thailand 2025 dan turnamen dunia lainnya.
“PON Beladiri ini tentu akan menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang siap menjadi andalan Indonesia di ajang internasional,” ujar Hadi Tjahjanto.
⸻
🥇 Seleksi Ketat dan Potensi Besar
Ajang ini diikuti oleh 34 provinsi dengan 15 kelas pertandingan, memberikan peluang luas bagi munculnya atlet potensial dari berbagai daerah.
Hadi menilai, PON Beladiri menjadi kesempatan penting untuk menemukan bibit baru melalui seleksi yang ketat dan profesional.
“Saya yakin, kejuaraan ini akan melahirkan bibit unggul yang siap masuk ke Timnas melalui proses seleksi yang transparan,” katanya.
⸻
🌍 Fokus Cetak Atlet Berkaliber Dunia
Hadi menambahkan, PON Beladiri bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan jangka panjang untuk mencetak atlet karate berkaliber dunia.
PB FORKI berkomitmen menyiapkan sistem pelatihan yang menyeluruh, meliputi teknik, mental, dan kedisiplinan.
“Kami ingin membentuk atlet yang tak hanya kuat di arena, tapi juga berkarakter dan berintegritas tinggi,” tegasnya.
Selain itu, PB FORKI juga berharap para karateka mampu berkembang tidak hanya dalam prestasi olahraga, tetapi juga dalam literasi dan kehidupan sosial, agar menjadi panutan di masyarakat. (Teks|WK)
