

LAMPUNG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) atas penanganan medis terhadap Fania, bocah perempuan berusia 8 tahun yang dirawat di ruang Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (PINERE).
Fania merupakan anak kedua dari pasangan Haryadi (35) dan Yusnia (32), warga Dusun Tanjung Bulan, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara.
Meski menilai pelayanan RSUDAM secara umum sudah baik, Deni Ribowo menyebut masih terdapat sejumlah komponen yang perlu ditingkatkan agar kualitas layanan semakin optimal.
“Secara umum, pelayanan RSUDAM sampai hari ini cukup memuaskan. Namun ada tiga komponen yang perlu di-upgrade, yakni layanan IGD, farmasi, dan rawat jalan, agar seimbang antara pelayanan prima dengan tingkat kepuasan keluarga pasien,” ujar Deni. Jum’at (23/1/2026).
Ia juga mendorong RSUDAM untuk menambah kapasitas tempat tidur hingga 800 unit guna mengantisipasi tingginya jumlah pasien rujukan dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Deni mengungkapkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pasien dan keluarga, tingkat kepuasan terhadap pelayanan RSUDAM dinilai baik. Namun, masih terdapat sejumlah harapan yang perlu menjadi perhatian manajemen rumah sakit.
“Ketika pasien ditanya apakah puas dengan pelayanan, rata-rata menjawab puas. Tapi ketika ditanya harapannya, mereka ingin pelayanan yang lebih ramah, lebih diperhatikan, dan petugas yang lebih aktif,” katanya.
Menurut Deni, masukan tersebut menjadi catatan penting bagi DPRD Provinsi Lampung untuk terus bersinergi dengan manajemen RSUDAM dalam mewujudkan rumah sakit rujukan yang unggul dan ramah bagi masyarakat.
“Komponen-komponen yang menjadi keluhan masyarakat itu akan terus kami dorong bersama RSUDAM, agar rumah sakit ini benar-benar menjadi rumah sakit kebanggaan dan rujukan utama di Lampung,” terangnya.
Ia menambahkan, selama ini Komisi V DPRD Lampung juga menerima cukup banyak laporan terkait pelayanan di IGD, farmasi, rawat jalan, serta Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang masih perlu dibenahi.
“Catatan-catatan ini akan menjadi bahan evaluasi bersama demi peningkatan pelayanan kesehatan ke depan,” jelasnya. (NR/N)
