

Jakarta Pusat — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni dengan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Selasa (20/1). Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi publik melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Stasiun Harmoni diproyeksikan menjadi salah satu stasiun MRT tersibuk di Jakarta karena berada di kawasan strategis yang dikelilingi perkantoran pemerintahan, pusat bisnis, serta kawasan kuliner.
Ia meyakini, ketika jalur MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan Harmoni akan bertransformasi menjadi simpul TOD utama dengan mobilitas penumpang yang tinggi. Menurutnya, lokasi tersebut telah lama dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
“Hampir 25 tahun saya cukup mengenal kawasan ini. Jika TOD Harmoni selesai pada 2029, saya yakin ini akan menjadi salah satu TOD paling strategis karena berada di jantung aktivitas pemerintahan,” ujar Pramono.
Pramono menjelaskan, pengembangan MRT dan TOD di Harmoni diharapkan mampu menghidupkan kembali peran kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi, dengan karakter berbeda dibandingkan TOD lain seperti Blok M.
Selain terhubung dengan jalur MRT fase 2A, Stasiun Harmoni nantinya juga akan terintegrasi langsung dengan layanan Transjakarta. MRT fase 2A sendiri ditargetkan mencapai kawasan Monas dan mulai beroperasi pada 2027, sebelum diperpanjang hingga Kota Tua.
Pada kesempatan itu, Pramono menyampaikan apresiasi kepada PT MRT Jakarta serta pihak pengelola kawasan Duta Merlin yang telah mendukung pembangunan entrance Stasiun Harmoni. Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. (AS/N)
