TANGGAPAN ANGGOTA KOMISI V DPRD PROVINSI LAMPUNG SOAL BIDUAN JOGET PADA ISRA MI’RAJ

 

 

LAMPUNG – Aksi biduan joget di panggung pada peringatan Isra Mi’raj menuai sorotan publik. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, menanggapi perihal tersebut.

Syukron mengatakan, panitia keagamaan wajib tidak asal-asalan dalam mengatur rangakaian kegiatan. Penampilan biduan yang berjoget di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi diharapkan dapat dijadikan pembinaan bagi semua kaum muslimin agar tidak terulang kembali.

“Ini menjadi pembelajaran penting bagi semua kaum muslimin. Khususnya para panitia kegiatan keagamaan, hendaknya para panitia keagamaan tidak asal-asalan menyetting rangkaian acara kegiatan keagamaan. Termasuk kegiatan Isra Mi’raj,” ujarnya. Senin (19/01/2026).

Selain itu, Syukron juga menegaskan agar kegiatan yang bertujuan baik tidak tercoreng oleh aktivitas yang menyimpang. Bahkan, menurutnya, rangkaian acara yang telah disusun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada para ulama, kiai, dan ustaz setempat.

“Jangan sampai acara yang tujuannya baik jadi rusak karena tersusupi kegiataan yang tidak baik. Bahkan kalau perlu rangkaian acara yang sudah disusun dikonsultasikan pada ulama, Kiyai dan ustadz setempat,” katanya.

Ia juga mengucapkan, selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

“Selamat memperingati isra’ mi’raj. Semoga kota semua mampu mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua panitia Isra Mi’raj Desa Parangharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, Hadiyanto, mengakui adanya hiburan itu. Ia menegaskan bahwa aksi itu dilakukan setelah acara inti selesai.

“Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Mi’raj tersebut memang benar adanya. Akan tetapi, hiburan tersebut digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” ujar Hadiyanto, dilansir detikJatim, Sabtu (17/1/2026).

Hadiyanto juga menambahkan bahwa hiburan tersebut merupakan inisiatif spontan untuk internal panitia. Atas kegaduhan yang terjadi, pihak panitia telah menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi di Polsek Songgon pada Jum’at (16/1) malam. (NR/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *