Komisi IV DPRD Lampung Kawal Rencana Pembangunan Ruas Jalan Provinsi

LAMPUNG – Wakil Ketua Komisi IV, H. Akhmad Iswan H. Caya, S.H., M.H. menanggapi terkait peminjaman terkait pembangunan ruas jalan. di ruang rapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung. (15/01/2026).

“kami dari Komisi IV konsen untuk mengawal rencana tersebut untuk bisa segera terwujud dengan kondisi apapun dan bagaimana caranya itu sudah disampaikan kepada publik. harus semaksimal mungkin bisa terwujud karena itu adalah harapan masyarakat Lampung secara umum” ujarnya

Komisi IV juga baru berencana pada hari senin untuk bisa mengkomunikasikannya secara teknis, secara formal hal ini juga sudah dibahas pada agenda APBD, rencana dan RAB sudah. kami berharap Eksekutif lebih bisa memprioritaskan jalan jalan yang memeng urgent dalam konteks kepentingan masyarakat secara adil dan merata.

kami komisi IV hanya mengevaluasi dan sudah mendapat rekomendasi rekomendasinya sesuai dengan kapasitas komisi Iv yang mewakili 8 Dapil berharap merata tidak fokus hanya pada satu wilayah.

ia juga menambahkan bahwa hal tersebut menjadi program unggulan Pak Gubernur terkait 62 ruas jalan dan 24 jembatan, jadi kita sudah melampaui satu tahun berjalan. kita di tahun 2025 anggaran 600 Miliar jauh lebih besar, sekarang hanya 200 saya kira pihak Eksekutif lebih piawai untuk bisa mengatasinya. untuk infrastruktur karena ini berpengaruh untuk konektifitas seluruh wilayah Provinsi Lampung saya kira ini akan menjadi Prioritas.

“Komisi IV juga menjelaskan bahwa di bulan pertama tahun 2026 sudah menemukan harapan masyarakat yang cukup tinggi, terutama di daerah Pringsewu masyarakat bekerja gotong royong untuk membenarkan jalan Provinsi, kemarin pun membenarkan jembatan menggunakan dana pinjaman Kabupaten dan hal ini terdapat datanya. kami prihatin akan hal seperti ini” ujarnya

“Kami berharap ada UPTD-UPTD berkenan dengan jalan jalan yang rusak, karena perintah Gubernur jalan bolong harus di tambal, jalan rusak harus dikerjakan dan ternyata hal tersebut belum maksimal masih banyak yang abai” tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *