
JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang perannya setara dengan listrik dan air bersih. Keberadaan infrastruktur telekomunikasi dinilai sangat menentukan kelangsungan layanan publik, terutama dalam situasi darurat.
Hal tersebut disampaikan Nezar Patria saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
“Pengalaman di lapangan, khususnya saat terjadi bencana, memperlihatkan betapa vitalnya fungsi jaringan telekomunikasi bagi masyarakat.” tuturnya.
Menurut Nezar, tanpa dukungan jaringan yang memadai, berbagai aktivitas dan kebutuhan dasar masyarakat akan ikut terganggu. Ia menilai infrastruktur telekomunikasi bukan sekadar perangkat teknis seperti kabel atau menara, melainkan telah menjadi bagian penting yang menopang kehidupan sehari-hari.
“Bahwa kualitas dan keandalan infrastruktur telekomunikasi sangat berpengaruh terhadap percepatan transformasi digital nasional serta pertumbuhan ekonomi digital. Oleh karena itu, pembangunan dan pengelolaannya harus dipandang sebagai kepentingan bersama.” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak semata-mata melihat infrastruktur telekomunikasi sebagai objek komersial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan sebagai infrastruktur kritis yang perlu dijaga dan didukung secara berkelanjutan.
“Ekosistem digital nasional sangat bergantung pada ketersediaan jaringan telekomunikasi. Akses internet dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga berbagai layanan strategis yang berbasis digital.” katanya. (AS/N)
